Model for Determining Follow-up Actions in Slum Areas in North Sumatra: Case Study in Tebing Tinggi City

Autors/ores

  • Nur Azizah Rangkuti Student of Master's Program in Urban and Regional Planning (MPWK) Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Medan, North Sumatra
  • Feby Milanie Lecturer of the Master's Program in Urban and Regional Planning (MPWK), Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Medan, North Sumatra
  • Abdi Sugiarto Lecturer of the Master's Program in Urban and Regional Planning (MPWK), Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Medan, North Sumatra

DOI:

https://doi.org/10.47667/ijpasr.v4i3.253

Paraules clau:

Determination, Slum Environment, Tebing Tinggi City

Resum

Even in various cities, inadequately habitable residential areas tend to become slums and no longer meet the standards of a healthy residential environment. This study utilizes descriptive analysis and multiple linear regression analysis with a total of 100 respondents. The Slum Environment Follow-up Determination Model shows the results of the settlement conditions in Tebing Tinggi City, where many people live in unsuitable places, with damaged or inadequate building structures, high housing density, and wooden buildings. As a result, they are vulnerable to fire hazards. Additionally, there is a lack of clean water services, drainage facilities, household waste disposal, waste management, and poor environmental road quality (many roads lack upper pavement or are dirt roads), as well as inadequate street lighting. The low levels of education and income indicate a low socioeconomic status in the slum areas of Tebing Tinggi City. Factors such as Building Density Level (BDL), Environmental Drainage, income, and education collectively significantly influence people's decisions to live in slum environments. However, factors such as Building Density Level (BDL), Environmental Drainage, income, and education partially influence people's decisions to live in slum environments. The pattern of community participation in tackling slum areas remains the same, with an average of 57% not participating in decision-making, implementation, achievement, and program result evaluation.

Descàrregues

Les dades de descàrrega encara no estan disponibles.

Referències

Adisasmita, & Rahardjo. (1994). Teori Lokasi dan Pengembangan Wilayah: EPHAS: Makassar.

Amiruddin. (1970). Pedoman Standar Minimum untuk Perencanaan Perumahan Rakyat, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Bangun, D. (2005). Permukiman Kumuh dan Permasalahannya Serta Pengaruhnya Terhadap Pengembangan Wilayah Kota Medan. Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.Medan. Tidak Dipublikasikan.

Bintoro, R. (1984). Interaksi Desa Kota dan Permasalahannya. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Blaag, W. (1986). Perencanaan Pembangunan Permukiraan. PT. Garamedia, Jakarta.

Budihardjo, E. (1984). Sejumlah Masalah Permukiman Kota. Bandung: Alumni.

Damayanti. (2012). Analisis Hubungan Pendapatan Terhadap Faktor Sosial Ekonomi Masyarakat Di Lingkungan Kumuh Kota Tebing Tinggi, Tesis Program Pasca Sarjana USU 2012 .

Djalal., N. (2008). Penggunaan Teknik Ekonometri. Jakarta: PT.

Erlina. (2011). Metodologi Penelitian, USU Press, Medan .

H.R, M. (2008). Prinsip-Prinsip Pengembangan Wilayah. Graha Ilmu.

Harianto. (1987). Perumahan Rakyat. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. .

Hariyanto, A. (2007). Strategi Tindak lanjutan Lingkungan Kumuh Sebagai Upaya Menciptakan Lingkungan Perumahan dan Permukiman Yang Sehat. Jurnal PWK Unisba Bandung , Vol. 7(2): 1-27. .

Hidayat, A. (1986). Pedoman Untuk Pembangunan Perumahan Sederhana. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. .

Hurlock. (1972). Child Development. licBraw Hill Kogakusha, Tokyo.

Jois. (2006). Analisis Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kumuh Studi Kasus Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, Tesis Program Pasca Sarjana USU 2005.

Kusnopranoto. (1985). Kesehatan Lingkungan. Penerbit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Lubis, L. (2004). Identifikasi Permasalahan dan Alternatif Tindak lanjutan Lingkungan Permukiman Kumuh Perkotaan Studi Kasus Lingkungan IX Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan. Tugas Akhir Jurusan Teknik Planologi, Fakultas Teknik Sip.

Malau, Y. (2006). Analisis Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Lingkungan Kumuh di Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai. Wahana Hijau. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Volume 2 Nomor 1 Agustus 2006.

McAndrew. (1983). Permukiman di Asia Tenggara Transmigrasi di Indonesia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. .

Milanie, F., Aryza, S., Sitepu, S., & Syahfitri, E. (2022). Pengembangan Lingkungan Objek Wisata dalam Mempercepat Pengembangan Ekonomi Desa bagi Pemula. Tahta Media Group, Surakarta.

Miraza, B. (2005). Peran Kebijakan Publik Dalam Perencanaan Wilayah. Wahana Hijau. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Vol.1 Nomor 2 Desember 2005.

Mochtar. (1989). Pedoman Perencanaan Lingkungan Pemukiman Kota. Yayasan Penyelidikan Masalah Bangunan, Jakarta.

Mulyo, S. (2000). Peranan dan Kinerja Dinas Perumahan Kota Surakarta Dalam.

Nugroho, I., & R, D. (2004). Pembangunan Wilayah Perspektif Ekonomi,.

Nuraini, C., 2019. Morphology of Residential Environment of Sigengu Village in Mandailing Julu, North Sumatra. Journal of Regional and City Planning (JRCP), Vol. 30, No. 3, page. 241-260, 2019 DOI: 10.5614/jpwk.2019.30.3.5. ISSN 2502-6429 online © 2019 ITB Institute for Research and Community Service

Nuraini, C., Alamsyah B., Novalinda, Sagala, P., Sugiarto, A., 2023. Planning with ‘Three-World Structures’ : A Comparative Study of Settlement in Mountain Villages. Journal of Regional and City Planning, Vol. 34, No. 1, page. 55-82, April 2023 DOI: 10.5614/jpwk.2023.34.1.

Perda Kota Tebing Tinggi. (2013). Peraturan Daerah Kota Tebing Tinggi, Pemerintah Kota Tebing Tinggi.

Sabari, H. (2005). Manajemen Kota Perspektif Spasial. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

SK Walikota No.050/2128. (2014). https://jdih.tebingtinggikota.go.id/peraturan/view_peraturan/710.

Sugiarto, A., dan Ramadania, R.K., 2023. Economic and Spatial Regional Integration and Its Impacts on Regional Development in North Tapanuli Regency. Sinomic Journal : International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics. Vol.2, Issue 5 (2023).ww.sinomicsjournal.com. DOI: https://doi.org/10.54443/sj.v2i5.233. ISSN (e): 2829-7350 | ISSN(p): 2963-9441.

Tinggi., P. K. (2005). Surat Keputusan Walikota Tebing Tinggi.

Umar, & Husein. (2003). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.

Descàrregues

Publicades

2023-12-27

Com citar

Rangkuti, N. A., Milanie, F. ., & Sugiarto, A. . (2023). Model for Determining Follow-up Actions in Slum Areas in North Sumatra: Case Study in Tebing Tinggi City. International Journal Papier Advance and Scientific Review, 4(3), 18-29. https://doi.org/10.47667/ijpasr.v4i3.253